Akhir Periode BDS Kabinett Hyperion 2025
Akhir Periode BDS Kabinett Hyperion 2025
Sebuah perjalanan kepengurusan yang penuh warna dan dedikasi akhirnya mencapai garis akhir. Kabinett Hyperion 2025 dari Himpunan Mahasiswa (Hima) Bund der Deutsch-Studenten (BDS) telah menorehkan banyak kisah selama satu periode kepengurusan. Dengan total 56 anggota pengurus yang tersebar di enam Ministerium dan Pengurus Inti. Kabinett Hyperion ini sukses menjalankan hampir keseluruhan program kerja (proker) yang telah direncanakan, dengan beberapa proker masih dalam tahap pengerjaan.
Berikut adalah program kerja dari Pengurus Inti hingga setiap Ministerium BDS Kabinett Hyperion 2025.
Pengurus Inti (PI) yang bertugas dalam menjaga komunikasi dan mengarahkan jalannya kepengurusan telah menjalankan peran dalam menjaga keharmonisan internal dan mematangkan program kerja. Präsident Mokhamad Akbar bertanggung jawab penuh atas komunikasi melalui pelaksanaan Rapat Pengurus Inti dan Rapat Pengurus Inti - Kepala Divisi. Sementara itu, Arnel Frydolin sebagai vizepräsident memastikan kesiapan teknis dengan menggelar Rapat Kerja untuk menyetujui rancangan proker BDS 2025, dilanjutkan dengan Sosialisasi Rapat Kerja untuk memperkenalkan program kepada seluruh mahasiswa, serta menyelenggarakan Upgrading II untuk memulihkan semangat dan memperkuat solidaritas pengurus. Dari sisi administrasi, Nabitha Arshella Ragillicha dan Istnaena Mufida Azhary sebagai sekretärin fokus pada Pengarsipan, Inventarisasi Barang, Pembuatan Matriks BDS, Pembuatan LPJ BDS, dan koordinasi melalui Sharing Sekretaris & Bendahara. Di bagian finansial, schatzmeister dijalankan oleh Aqilah Ghina Nurulhylmi dan Stefanie Erlita Sulistyawati menjamin transparansi dengan melaksanakan Iuran Wajib Pengurus, Pelaporan Keuangan, Rekapitulasi Keuangan, serta terlibat dalam agenda Sharing Sekretaris & Bendahara, menunjukkan kolaborasi erat dalam mengelola roda organisasi.
Ministerium für Regeneration (REGE), yang bertanggung jawab penuh atas kaderisasi dan pembinaan pengurus serta anggota Hima, telah merampungkan serangkaian program kerja. Di bawah koordinasi Putri Roulita Parhusip, Oprec BDS sukses menjadi sarana seleksi untuk menjaring calon anggota baru yang siap berkontribusi. Langkah penguatan internal dilanjutkan dengan Upgrading I, yang diampu oleh Setyananda Asil Rahmawati dan Putri Roulita Parhusip, bertujuan menciptakan lingkungan organisasi yang solid dan harmonis. Untuk mahasiswa baru, Barakah Minallah Ali dan Setyananda Asil Rahmawati mengawal Orientierung für die neuen Studenten (OFNES) sebagai sarana adaptasi akademik dan relasi, serta Leadership Class (LDC) sebagai wadah pengembangan kepemimpinan dan berpikir kritis. Pengawasan dan apresiasi kinerja pengurus terwujud melalui program Aktiv Dabei yang ditangani oleh Christabel Gracia, Ghifari Ridwan Galih Cahyono, dan Sabrina Alya Rafeyfa, memberikan evaluasi berkala dan apresiasi kontribusi. Terakhir, Virjinia Martina Angela memimpin Open Recruitment Panitia KPU BV untuk membentuk tim kompeten dalam penyelenggaraan Pemilihan Ketua Hima dan Sidang Umum, sekaligus mendorong peran aktif mahasiswa dalam proses demokrasi BDS.
Ministerium für Soziale und Netzwerk (SOZNET) merupakan ministerium yang bertanggung jawab atas peningkatan kualitas rohani, kepedulian sosial, serta pembinaan kerukunan internal dan eksternal BDS ini sukses melaksanakan empat program utama. Program Soziale Bewegung yang dipegang oleh Nurauri El Syifa Fauziah, berfokus pada solidaritas keluarga besar Pendidikan Bahasa Jerman melalui dukungan bagi yang tertimpa musibah. Selanjutnya Program Kerja Soziale Fürsorge yang dikoordinasi oleh Oktavia Putri Lindy Ramadhani dan Ghaitsa Revalina Cahya Putri terbagi menjadi dua sub-proker: Bakti Sosial ke Panti Asuhan sebagai kontribusi donasi sosial, dan BDS Berbagi yang dilaksanakan pada saat bulan Ramadan dengan membagikan makanan berbuka puasa kepada masyarakat. Selain kegiatan sosial, ministerium ini aktif dalam perluasan jaringan melalui Sharing Shareng yang diampu oleh Elizabeth Avril ETA Reyaan dan Diwananda Syeira Maulidina untuk menjalin hubungan dan bertukar wawasan dengan organisasi eksternal mahasiswa. Program kerja yang terakhir adalah BDS Wandern yang dijalankan oleh Gatan Ihzafik dan Cantika Marwa Salsabila untuk mempererat kerja sama dengan lembaga-lembaga eksternal, membuka peluang koneksi dan pengembangan bagi BDS.
Ministerium Für Medien Und Publikation (MEDIEN) sukses menjalankan perannya sebagai penyedia dan mempublikasikan informasi kepada seluruh komponen Pendidikan Bahasa Jerman serta khalayak umum melalui berbagai saluran media online. Di bawah tanggung jawab Kartika Nuraini dan Tisa Aprilia Cerry, program kerja Pengenalan Kepengurusan berhasil memperkenalkan anggota BDS Kabinett Hyperion secara visual di media sosial, lengkap dengan foto, nama, angkatan, dan ministerium, yang dilanjutkan dengan Pengaktifan Media Sosial yang diampu oleh Tio Tri Firmansyah, Angelina Liana Rosary, dan Aziz Budi Prasetyo sebagai sarana efektif untuk menyebarkan informasi program dan aktivitas BDS agar lebih mudah diakses publik. Selain itu, BDS juga menjaga eksistensi digital melalui Pengelolaan Website yang dikoordinasi oleh Vanesa Elfita Kumala dan Aliefah Rachmawati, yang berfungsi sebagai wadah informasi kepengurusan, kegiatan, dan karya komponen departemen. Sebagai puncak dokumentasi, Mutiara Choiriyah dan Dewi Sinta Rahmawati mengampu BDS-Kaleidoskop, jurnal tahunan yang merangkum seluruh kegiatan BDS selama satu periode dalam format dokumentasi dan deskripsi singkat yang menarik.
Ministerium für Forderung und Kreativität (FuK) yang fokus pada pengembangan potensi mahasiswa sukses menjalankan serangkaian program kerja yang berorientasi pada pengembangan bakat, minat, dan kreativitas. Dengan penanggung jawab Umi Kulsum Ramadhani, Sertijab Kepengurusan memastikan regenerasi kepemimpinan, sementara FuK Vertraulich yang diampu Seluruh Anggota berfungsi sebagai pengawasan kinerja bulanan yang ketat. Proker besar seperti Vorausten yang diampu oleh Geby Elvina Agtris Damaryanti dan Nayla Hasan Saraswati menjadi pesta pembukaan kepengurusan yang bertujuan membangun relasi. Selain itu, FuK menyelenggarakan Oprec Komunitas yang dipegang oleh Meuthya Rifa Qothrunnada untuk menjaring anggota baru komunitas sebagai wadah minat/bakat, Lalu ada juga program kerja freundschaftspielen yang diampu oleh Dzikri Al anur Anam dan Nadana Aura Arsy. Untuk membangun komunikasi dan mengembangkan minat bakat di lingkup FBSB, maka diselenggarakannya External Fun Game. Puncak dari periode ini ditutup dengan Crew Close Party (CCP) sebagai bentuk rasa syukur atas kelancaran seluruh proker sekaligus memfasilitasi pengurus menyalurkan bakatnya, yang dikoordinasi oleh Nathania Zaidany dan Tesya Rahmadani.
Ministerium für Akademie und Wissenschaft (AUW) dalam Kabinett Hyperion BDS sukses menjalankan empat program kerja utamanya yang berfokus pada peningkatan kemampuan akademik mahasiswa Departemen Pendidikan Bahasa Jerman. Program unggulan dan berskala besar adalah Deutsches Fest (DF), yang dikoordinasi oleh Dyah Lunnarsuci Hayuningtyas dan Emilda Hanum. Ini merupakan kolaborasi BDS dengan IMBSJI (Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Jerman Indonesia) untuk menyelenggarakan berbagai lomba bagi mahasiswa Pendidikan/Sastra Jerman serta siswa SMA/sederajat se-Indonesia. Untuk penyebaran wawasan kebudayaan dan kesastraan Jerman, dilaksanakan program Alles über Deutsch, yang dijalankan oleh Angelina Aprilani Primavera J. dan Aniqotussolehah melalui media sosial BDS. Dukungan prestasi mahasiswa diperkuat melalui Akademie Ecke yang aktif memberikan informasi beasiswa dan lomba yang diampu oleh Khaylilla Najwa Puteri Nugraha dan Praptika Paramitha. Ministerium AUW juga menyelenggarakan Zusammenlernen yang dipegang oleh Rakan Rasib Rabi dan Hairun Nisa, sebuah kegiatan belajar bahasa Jerman interaktif yang terbuka bagi mahasiswa angkatan 2024, 2025, dan masyarakat umum, menjadikannya wadah efektif untuk pengembangan bahasa.
Ministerium für Unterstützung der Finanzen (UF) telah berhasil melaksanakan empat program kerja utama untuk mengembangkan kewirausahaan organisasi dan memperkuat kontribusi keuangan BDS FBSB UNY. Program pertama, PO Makanan yang dikoordinasikan oleh Sofia Julsinta Nurkhoirunnisa dan Naufal Deva Ardhiansyah, menawarkan beragam pilihan makanan ringan hingga berat, tidak hanya sebagai sumber pemasukan, tetapi juga sebagai sarana memperkenalkan potensi penghasilan BDS kepada masyarakat luas, khususnya mahasiswa Pendidikan Bahasa Jerman UNY. Di samping itu, PO Snack yang diampu oleh Alifah Nasywa Izza Fakhira, Aisha Qurrotu A'yunina, dan Arrendea Chelsea Rizky Faradevi menyediakan jajanan pasar sehat dan terjangkau bagi mahasiswa dengan sistem pre-order yang praktis. Ministerium ini juga memproduksi identitas visual melalui PO Korsa yang dikoordinasikan oleh Ruth Christine Tindige dan El Saffa Difa Hanifa yang berfungsi sebagai simbol identitas mahasiswa Pendidikan Bahasa Jerman sekaligus menambah kas organisasi. Terakhir, PO Merch yang diampu oleh Fadya Citra Durrotun Aliifah dan Naufal Deva Ardhiansyah menghadirkan berbagai variasi merchandise eksklusif BDS, memenuhi kebutuhan mahasiswa dan masyarakat umum, sekaligus memperkuat identitas Kabinet Hyperion.
Periode Kabinett Hyperion Ini ditutup dengan catatan yang menggembirakan, di mana sebagian besar program kerja yang direncanakan telah berhasil dilaksanakan dan sisanya masih dalam tahap penyelesaian. Suasana dalam kabinett selama ini penuh dengan sukacita, kesenangan, kekompakan antar internal maupun ministerium dan juga berhasil melewati kendala yang berdatangan dan diselesaikan dengan baik. Dengan capaian yang memuaskan ini, harapan besar tertuju pada periode selanjutnya agar dapat berjalan jauh lebih baik dan sukses.





Leave a Comment