Weihnachtsmarkt
Weihnachtsmarkt
Jerman, merupakan negara dengan warisan budaya yang kaya, dan selalu menjadi tuan rumah bagi salah satu tradisi Natal paling ikonik di dunia, yaitu Weihnachtsmarkt atau pasar Natal. Setiap tahunnya, ketika musim dingin tiba dan udara mulai terasa sejuk, ribuan pasar Natal akan muncul di seluruh kota dan desa di Jerman, mulai dari akhir November, tepat setelah Minggu Totensonntag (Hari Minggu Kenangan Orang Tua) dan berlangsung hingga 24 Desember atau malam Natal. Suasana ini langsung mengubah setiap sudut kota menjadi tempat yang penuh kehangatan dan kegembiraan.
Menariknya, asal-usul Weihnachtsmarkt tidaklah selalu seputar perayaan meriah seperti sekarang. Sejarahnya dimulai dengan catatan pertama yang tercatat di kota Bautzen pada tahun 1384, ketika Raja Wenceslaus IV dari Kekaisaran Romawi Suci memberi izin khusus untuk menggelar pasar bebas yang berlangsung hingga hari Natal. Pada awalnya, pasar ini lebih berfokus pada kebutuhan sehari-hari masyarakat, seperti penjual menjajakan daging sapi, babi, ikan, biji-bijian, dan barang-barang kebutuhan dasar lainnya agar warga bisa menyiapkan hidangan untuk hari raya. Tidak ada ornamen Natal yang mencolok atau makanan khas yang spesial, hanya tempat bertemunya orang untuk berbelanja dan memenuhi kebutuhan keluarga di musim liburan.
Namun, perubahan besar terjadi pada abad ke-17. Pada masa itu, Weihnachtsmarkt mulai berkembang dari sekadar tempat berbelanja menjadi perayaan meriah yang penuh nuansa Natal. Ornamen-ornamen Natal mulai muncul, mulai dari manik-manik kayu yang dibuat secara manual, lilin yang dihias cantik, hingga pohon Natal yang dipajang di tengah pasar. Tidak hanya itu, makanan dan minuman khas yang kini menjadi ciri khas Weihnachtsmarkt juga mulai populer. Glühwein contohnya, minuman anggur hangat yang dicampur dengan rempah-rempah seperti cengkeh, kapulaga, dan kayu manis yang selalu menjadi teman setia di tengah dinginnya musim dingin. Selain itu, ada juga Lebkuchen (kue Natal khas Jerman yang padat dengan rempah), Stollen (roti Natal yang diisi kismis dan kacang), Bratwurst (sosis panggang), dan Kartoffelpuffer (bakwan kentang) yang menggoda selera setiap pengunjung. Setiap sudut pasar dipenuhi dengan cahaya lilin yang lembut, musik Natal yang merdu dari paduan suara atau alat musik tradisional, dan tawa orang-orang yang berkumpul bersama keluarga dan teman.
Keunikan Weihnachtsmarkt di Jerman juga terlihat dari keberagamannya di setiap kota. Di Berlin, pasar Natal di Gendarmenmarkt terkenal dengan panggung konser yang megah dan dekorasi yang mewah. Di Nürnberg, Weihnachtsmarkt di Hauptmarkt (Pasar Utama) dianggap sebagai salah satu yang paling tua dan otentik di Jerman, dengan lebih dari 180 gerobak yang menjual barang-barang khas. Di München, pasar Natal di Marienplatz menawarkan pemandangan indah dari gereja Marienkirche dan kuil Viktualienmarkt yang ramai. Bahkan di kota-kota kecil, Weihnachtsmarkt selalu memiliki ciri khas sendiri yang membuatnya istimewa, mulai dari tema yang unik hingga produk lokal yang hanya bisa ditemukan di sana.
Walaupun asalnya dari Jerman, tradisi Weihnachtsmarkt kini telah menyebar ke seluruh dunia, dari Eropa hingga Amerika Utara, dan bahkan ke negara-negara di benua lain. Setiap tempat mencoba meniru suasana yang hangat dan penuh kegembiraan dari pasar Natal asli di Jerman, meskipun tidak ada yang bisa menggantikan kesan otentik yang didapatkan ketika berjalan-jalan di antara gerobak-gerobak di tengah kota-kota kuno Jerman. Setiap pengunjung akan merasakan nuansa kehangatan yang berbeda dari minuman Glühwein, keindahan dari ornamen-ornamen yang dibuat secara manual, dan kegembiraan dari orang-orang yang saling menyapa dan berbagi kebahagiaan.
Quelle: https://www.smithsonianmag.com/history/a-brief-history-of-christmas-markets-180981308/





Leave a Comment